Dorong Kesejahteraan Petani Nilam, Bank Sulselbar Gandeng PT. Givaudan

Redaksi

Thursday, 19 November 2020 | 17:17 Wita


RAGAM.ID, MAMUJU – Produksi Minyak Nilam memiliki peran strategis untuk menopang lebangkitan ekonomi di era new normal. Oleh karena itu, PT Bank Sulselbar berkomitmen mendorong produktivitas Petani Nilam di Sulawesi barat.

Melalui penandatangan Kerjasama Kelompok Petani Nilam di Kabupaten Mamuju, Kerjasama ini turut melibatkan PT Givaudan, perusahaan yang nantinya akan membeli Minyak Nilam secara berkelanjutan.



Acara penandatangan berlangsung di Balai pertemuan pertanian di Desa Lombang-Lombang Kabupaten Mamuju, Selasa 17 November 2020. Dibuka langsung Plt Bupati Mamuju Wahab Hasan Sulur, dan dihadiri oleh Kadis Perkebunan prov Sulbar, Kakanwil Perbendaharaan Sulbar, Sejumlah OPD lingkup Provinsi dan Kabupaten serta Kepala Cabang Bank Sulselbar se-Sulawesi Barat.

Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Utama Mamuju, Syarifuddin Haruna bersama awak media mengatakan, pihaknya sejak tahun 2018 sudah mulai menginisiasi program pengembangan tanaman nilam melalui program KUR.

“Dulunya produksi petani nilam hanya bisa mencapai sekitar 2- 3 ton per bulan, namun hingga saat ini melalui program KUR ini dan pola kemitraan bersama PT.Giivaudan Indonesia, produksi rata-rata sudah mencapai 6 hingga 8 ton perbulan dan Jika di rupiahkan sudah sekitar 4 sampai 5 Milyar perbulan nya” Ujar Syarifuddin Haruna.

Senada, Direktur Pemasaran & Syariah Bank Sulselbar, Hj.Rosmala Arifin juga optimis, angka peningkatan Produksi dan Penghasilan Nilam di Mamuju saat ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan.

Hasil Penandatanganan Kerja sama ini pun diharapkan terus meningkatkan produksi dan semangat petani nilam sebab PT Givaudan sebagai perusahaan pengguna minyak nilam menjamin mulai dari budi daya serta menggaransi pembelian atau pemasarannya langsung secara continue

“Petani akan sangat diuntungkan karena Givaudan bertujuan untuk mempromosikan pentingnya advokasi dan menjamin standar kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, sambil menjaga sumber daya alam yang berharga” Ujar Manager PT Givaudan Indonesia.

Selain penandatanganan Kerjasama dalam pengelolaan, produksi dan pemasaran Nilam, para petani nilam sebanyak 30 orang juga melakukan penandatanganan secara massal akad kredit nilai plafon Rp 547 juta sebagai bantuan modal pengadaan pupuk dan bibit Nilam.



BACA JUGA

SULSEL TODAY