Diikuti Pendamping PKH Dari 6 kabupaten, Wagub Sulsel Beri Motivasi pada Jambore SDM PKH

Redaksi

Saturday, 21 November 2020 | 02:42 Wita


RAGAM.ID, MAKASSAR – Sekitar 300 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengikuti Jambore SDM PKH III di Pantai Bira, Kabupaten Bulukumba.

Mereka dari Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Sulawesi Selatan Wilayah III dari Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Kepulauan Selayar.



Didampingi Bupati Bulukumba, A. Sukri Sappewali, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Jambore SDM PKH Sulsel III, Jum’at (20/11/2020) malam.

Di lokasi lapang itu, Andi Sudirman memberikan motivasi kepada para pendamping PKH dari wilayah Selatan di Sulsel.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa kehadirannya ini sebagai bentuk apresiasi dan semangat bagi pendamping PKH.

“Bagi saya ini suatu hal yang beda. Tidak lain, karena kita tidak bisa dihindarkan oleh pekerjaan persoalan kemanusiaan,” katanya.

Baginya, para pendamping PKH ini adalah pekerjaan yang mulia. Karena memberikan pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Kementerian Sosial itu.

“Pekerjaan kalian sangat mulia. Kalian pejuang terdepan untuk melihat (mendata dan mendampingi) masyarakat kurang mampu,” ungkapnya.

Ia pun mengaku, bahwa dirinya akan selalu hadir untuk membantu Koorditor dan pendamping PKH. Dirinya pun mengajak untuk selalu membangun komunikasi yang baik, bahkan mengajak mengunjungi Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.

“Apa yang saya bisa sebagai Wakil Gubernur dan untuk Sulsel, manfaatkan saya apa yang bisa saya bantu. Potensi (aset Pemprov) bisa digunakan pakai saja, saya hanya bekerja profesional, tidak akan menggunakan untuk kepentingan politik. Syaratnya, untuk kepentingan orang banyak dan untuk masyarakat yang membutuhkan,” bebernya.

Sebagai pendamping PKH, Andi Sudirman mengingatkan, bahwa ini menjadi pembelajaran dan motivasi untuk menumbuhkan jiwa kemanusiaan.

Wagub Sulsel yang dikenal tinggi jiwa kemanusiaannya ini, menyampaikan prinsipnya. Bahwa terkadang setiap orang, ada radikal dalam dirinya. “Untuk menjauhkan itu, maka harus dekatkan dengan pemahaman Al-Qur’an,” pungkasnya.

Bupati Bulukumba, A. Sukri Sappewali memberikan arahan, untuk bekerja maksimal serta meningkatkan solidaritas.



BACA JUGA

SULSEL TODAY