BMI Sulsel Desak Pj Wali Kota Tegas Sikapi Peredaran Minol di Kafe dan Mall

Redaksi

Saturday, 28 November 2020 | 13:03 Wita


RAGAM.ID, MAKASSAR – Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel mendesak Pj Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin untuk bersikap tegas terkait maraknya penjualan minuman keras disejumlah Kafe yang ada di Kota Makassar.

Desakan tersebut disampaikan langsung oleh salah satu pengurus BMI Sulsel kepada Pj Rudy Djamaluddin di Rumah Dinas Wakil Walikota Makassar, Jalan Hertasning Baru Makassar. Hanif Muslim dengan tegas meminta Pj Rudy untuk bertindak tegas kepada pengusaha Kafe yang dengan jelas telah melabrak peraturan yang ditetapkan bahwa Kafe tidak dalam kategori sebagai penyedia minuman beralkohol



“ Yang terjadi bagaimana di Kota Makassar ini minuman beralkohol dijual secara bebas di sejumlah kafe dan yang bukan pada tempatnya lalu kemudian sikap pemkot Makassar seakan – akan melakukan pembiaran padahal itu jelas sangat bertentangan dengan ketentuan yang berlaku, “ kata Hanif Muslim, kamis (26/11/2020).

Lanjut Hanif, tidak hanya di Kafe, tetapi sebagaimana yang terjadi Minol yang dengan nyata diperjual belikan di Mall dengan bebas.

“Ini di Mall penjualan Minol secara terang – terangan bahkan memfasilitasi pengunjung untuk minum langsung di tempat. Padahal Minol yang dijual itu kadar alkoholnya 40 sampai 50 persen kandungannya, dampak negatif yang ditimbulkan dari peredaran Minol ini bagi pelaku atau penikmat Miras, kalau dia nikmati dan berujubg mabok kan hilang akal dan dapat berpotensi terjadi tindak kejahatan, “ jelas Hanif kepada Pj Rudy.

Dan yang paling dikhawatirkan ketika Pemkot Makassar melakukan pembiaran dampak negatifnya yang paling parah adalah rusaknya moral pada anak – anak muda kita di Makassar.

“Remaja di bawah umur yang sedang mencari kesibukan di Mall itu akan tertarik mencobanya karena Mirasnya dipajang secara terbuka ibaratnya Mirasnya itu diiklankan, “ ungkap Hanif.

Nah, sebagai konsistensi Pemkot Makassar, seharusnya harus mengambil tindakan tegas, “Ada Satpol yang bisa digunakan menertibkan itu dan fungsinya memang seperti itu, “ sambung Hanif.

Pj Rudy juga harus paham, bahwa masa Iqbal Suhaeb sebagai Pj Walikota saat itu, kami sudah ingatkan bahkan kami sudah sampaikan peringatan itu kepada Pemkot Makassar melalui media dan itu mendapat respon, bahkan kami juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian saat itu.

“Jadi kami meminta kepada Pj Rudy untuk bertindak tegas bukan diam dan melakukan pembiaran, “ tegas Hanif.

Sekali lagi kami dari BMI menegaskan, bahwa kami ingin bersinergi, minta maaf saja, kalau Pak Pj takut atau Satpol PP juga ikut takut menindaki pelanggaran yang ada didepan mata, kami kan dari BMI dan beberapa Ormas Lainnya siap bersama Pemkot Makassar. Apalagi Pak Pj sebentar lagi tinggalkan Jabatan Sebagai Pj Walikota.

“Inikan masa – masa terakhi Pj Rudy menjabat, intinya Pj Rudy ini meninggalkan kesan yang baik kepada masyarakat, bahwasannya peredaran miras ini jangan lagi dijual secara bebas, seperti di Kafe Barcode, di situ tidak ada izin menjual Minol karena sifatnya peruntukkannya Kafe dan itu berkesesuaian dengan Perda no 4 tahun 2014 terkait dengan pengawasan dan peredaran Minol di situ hanya bisa dijual di tempat diskotik dan Bar. Berati kalau kata “Hanya Bisa” itu jelas Kafe dilarang keras menjual Minol, “ kata Hanif. (rilis)


Tags:

BACA JUGA

SULSEL TODAY