Gubernur Sulsel Sebut Kunci Kesejahteraan Petani dengan Perbaiki Manajemen

Redaksi

Thursday, 3 September 2020 | 11:45 Wita


RAGAM.ID, MAKASSAR, – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah mengaku kunci kesejahteraan petani tiada lain adalah memperbaiki manajemen pertanian. Perbaiki manajemen pertanian ini bagaimana saat petani butuh obat disediakan obat, disaat petani butuh pupuk disediakan pupuk, disaat petani butuh benih disediakan benih. 

“Jangan nanti masyarakyat berteriak minta pupuk baru pupuk belum ada. Jadi kalau pemupukan itu harus tepat waktu, kalau lewat satu Minggu saja kasian hasil pertanian petani kita, karena itu tidak bisa terlambat,” jelas Nurdin Abdullah saat menerima Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi), di Rujab Gubernur Sulsel, Kamis 3 September 2020. 

Salah satu yang harus diperbaiki yakni menghadirkan benih dengan produksi tinggi dan umur pendek. Jadi selama ini pusat benih itu di Jember dan daerah lain di Jawa, sekarang kita ingin jadi Sulsel ini sebagai daerah yang bisa menciptakan benih juga, dengan demikian bisa irit biaya bagi petani. 

“Kita ciptakan benih umur pendek dan produksi tinggi. Bila ini berhasil kita bisa irit biaya bagi petani-petani kita. Bayangkan triliunan anggaran benih kita,” jelasnya. 

Dirinya menceritakan di depan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia beberapa waktu lalu sempat menyampaikan kepada bapak Menteri Pertanian meminta untuk disupport penuh keinginan dirinya menjadikan Sulsel pusat pembibitan. 



“Mohon saya di support, mau jadikan Sulsel untuk menjadi daerah pusat benih. Dan kita mau pabrik pupuk ada disini, bayangkan kalau masyarakyat mau pupuk sementara pupuk belum ada, nah kalau terlambat satu Minggu saja tidak ada apa-apanya karena sudah lewat,” urainya. 

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, pada awal-awal pandemi Covid-19 masuk di Indonesia kebingungan mencari masker dan APD. Ini baru Covid-19, lalu bagaimana kalau terjadi krisis pangan dunia, maka Sulsel akan menjadi krisis membawa berkah. 

“Karena kita ini harus bersyukur karena dianugerahi daerah dengan penghasil pertanian terbanyak. Harusnya Indonesia ini menjadi lumbung pangan dunia. Coba bayangkan kalau krisis pangan dunia. Makanya saya bilangan Sulsel ini harus bersyukur diberi daerah yang tidak dimiliki daerah lain,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Sulsel, Ir Hasnawi Wahid mengaku, salah satu pencanangan dengan Pemprov Sulsel yakni akan bekerjasama dengan Perseroda Sulsel dalam mengelola hasil jagung di Sulsel. 

“Salah satu pencanangan pertama dengan bapak Gubernur adalah bagaimana untuk mensejahterakan khususnya petani jagung kita itu. Selama ini mengalami anjlok saat musim panen raya, pencanangan yang dilakukan bapak Gubernur adalah bekerjasama antara Perseroda dengan Perpadi yang memiliki sara dan prasarana yang sudah terbangun sudah sejak lama,” jelasnya. 

Perpadi Sulsel berharap, dengan adanya kerjasama nantinya akan meningkatkan pendapatan petani di Sulsel. Pasalnya, selama ini belum ada manajemen pengelolaan yang terstruktur. Kerjasama ini akan masif melakukan karena Perpadi Sulsel memiliki struktural semua daerah di Sulsel. 

“Harapan kita bagaimana jagung akan kembali marak akibat adanya kerjasama dengan Perseroda. Kita ini akan berada di setiap kabupaten. Akhirnya ketika terjadi luapan panen jagung yang besar ini pasti kita antisipasi, jadi Insyaallah kemungkinannya Sulsel ini akan menjadi penghasil jagung cukup besar dan akibat selama ini tidak adanya pengolahan-pengolahan. Selama ini petani mengalami kerugian besar pada saat panen raya sehingga dia akan mengalami kerugian,” tutupnya.



BACA JUGA

SULSEL TODAY