Gubernur Optimis Triwulan III Sulsel Tumbuh Positif

Redaksi

Monday, 21 September 2020 | 10:26 Wita


RAGAM.ID, MAKASSAR — Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah memasuki bulan keempat. Pemerintah Pusat telah menganggarkan Rp695,2 triliun, untuk membangkitkan perekonomian nasional yang terpuruk pada kuartal I dan II akibat pandemi virus korona atau Covid-19.

Sehingga untuk bisa bertumbuh, Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional berfokus pada program prioritas Indonesia bekerja dan Indonesia tumbuh dengan mengerjakan empat hal, yaitu perlindungan sosial, usaha kecil mikro dan mengengah (UMKM), program terkait kementerian, lembaga dan pemerintah daerah, serta program yang berkaitan dengan menolong pembiayaan korporasi di masa pamdemi ini.

Pemerimtah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini telah melakukan berbagai program dan Gubernur Sulawesi Selatan optimis triwulan III Sulsel dapat tumbuh positif, semua sektor tetap bergerak walaupun tidak maksimal. 

“Saya optimis kuartal ketiga terjadi sebuah perubahan ke arah yang lebih baik terutama pertumbuhan kita ekonomi,” kata Nurdin Abdullah, Minggu, 21 September 2020.

Sulsel tetap tumbuh di masa pandemi didorong oleh berbagai sektor, diantaranya pertanian, informasi dan komunikasi, dan jasa pendidikan. 



Pada triwulan II pertumbuhan ekonomi secara nasional menurut provinsi, hanya 2 dari 34 provinsi yang mengalami pertumbuhan positif, yaitu hanya Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk Sulawesi Selatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2020 mengalami kontraksi sebesar -3,87 persen. 

Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan triwulan II-2020 (y-on-y), sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 0,73 persen, diikuti Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 0,55 persen.  

Sentra-sentra produksi terus berjalan demikian juga dengan jadwal tanam berjalan dengan baik. Sehingga diprediksi produksi pertanian terus naik. 

Pemulihan ekonomi Sulsel juga mulai terlihat dari aktivitas eksportasi. 

Khusus untuk Makassar sebagai ibu kota provinsi sebut Nurdin, Pemprov Sulsel bekerja sama dengan Perbankan, seperti BNI dan Bank Sulsel, untuk bisa mensupport UMKM yang jumlahnya ribuan. 

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, meski tidak menyebutkan angka pasti, tapi menurutnya Sulsel sendiri punya anggaran khusus untuk pemulihan ekonomi, dan itu dikelola oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti yang pada Dinas Koperasi dan UMKM, yang disenergikan tentunya dengan APBN dan APBD.

“Yang penting lagi sekarang, kita terus lakukan kemudahan dalam perizinan. Pokoknya kita support penuh PEN dengan berbagai kebijakan yang kita berikan, kewenangan di perintah daerah, baik Pemprov dan pemkab/kota,” sebutnya. 

Salah satunya, keputusan tentang pemberian skema bebas denda pajak kendaraan yang harganya di bawah Rp150 juta. Itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sulsel Nomor 119/VIII/2020 tentang pemberian insentif pajak kendaraan bermotor di Sulsel.

Di masa pandemi ini, ia menyebutkan kunci utama ada pada APBD. Sedangkan sektor investasi masih mengambil sikap wait and see. Sehingga Pemprov mendorong program-program padat karya dilaksanakan 

“Jadi kunci segala-galanya nya ada pada APBD. Karena investasi inikan pasti masih wait n see, jadi pergerakan kita, bagaimana program-program padat karya terus kita dorong, sehingga masyarakat masih bisa terus bekerja,” jelasnyam

Selanjutnya, bagaimana seluruh proyek infrastruktur diselesaikan dan telah dilelang. Sehingga daya serap anggaran dapat meningkat. 

Rencana investasi dalam pandemi ditarget mencapai Rp 7 trilyun. 

Smelter di Banteng juga tetap bergerak, terdapat penambahan enam tungku. 

Ia mengakui, anggaran sedikit terganggu karena refokusing dilakukan, sehingga beberapa program-program strategis harus dihentikan. 

“Tapi kita sudah buat kebijakan, tetap jalan semua,” ucapnya.(*)



BACA JUGA

SULSEL TODAY