Gelar Rakor Persiapan Pilkada, Gubernur Sulsel Ingin Samakan Semua Persepsi

Redaksi

Monday, 21 September 2020 | 13:17 Wita


RAGAM.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi-Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah membuka acara Rapat Koordinasi Kesiapan Pilkada 2020 di Hotel Claro Makassar, Senin, 21 September 2020. 

Nurdin mengatakan rakor dilakukan dalam rangka menyatukan langkah menghadapi Pilkada serentak. Khususnya, dalam kondisi Pandemi Covid-19.

“Ini akan menyatukan persepsi kita, menyatukan langkah kita dalam rangka mendorong Pilkada. Tentu kita bisa selesaikan tanpa ada masalah. Terutama kita harapkan mudah-mudahan tidak terjadi cluster baru dalam Pilkada ini,” kata Nurdin Abdullah. 

Ia juga menyampaikan banyak masukan dari berbagai pihak terkait pelaksanaan Pilkada serentak. Demikian juga bahwa pemerintah harus tetap mempersiapkan dengan baik pelaksanaan Pilkada 9 Desember yang dijadwalkan.  

Ia juga menyampaikan penekanan agar pasangan calon (paslon) untuk tidak melakukan pengumpulan massa. Demikian juga dengan massa pendukung dengan tetap mengikuti aturan dan imbauan agar penyebaran virus tidak terjadi. 



Ia menyampaikan, bahwa di Sulsel kurang lebih sebulan kasus positif terus terjadi pelandaian dan Rt di bawah satu. Namun beberapa hari terakhir ini sudah menunjukkan tren naik.

“Ini tentu saya kira ini adalah sebuah warning bagi kita bahwa sedikit banyaknya pasti ada impact (dampak) dari tahapan Pilkada yang sementara kita laksanakan,” ujarnya. 

Maka upaya memutus dan menekan Covid-19 ini peranan Paslon sangat besar sebutnya. Menerapkan protokol kesehatan termasuk edukasi kepada seluruh tim sukses. 

“Saya kira kita insya Allah bisa melaksanakan Pilkada ini dengan baik tanpa dihantui dengan kasus korona ini,” harapnya. 

Untuk penanganan Covid-19 daerah ini sebutnya mendapatkan predikat yang cukup baik dalam pengelolaan pandemi covid-19 ini.  

“Saya tidak mengatakan kita berhasil, tidak. Karena corona virus ini tergantung bagaimana tingkat kesadaran masyarakat dan disiplin masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker dan hindari kerumunan,” imbuhnya Nurdin. 

Lanjutnya, upaya terbaik tidak memandang enteng Covid-19 dan tidak terlena pada berbagai upaya yang telah dilakukan. 

Ia kemudian menyampaikan upaya penanganan yang dilakukan Pemerintah Sulsel dan Inovasinya. Tim Gugus Tugas Sulsel sendiri menerapkan dua strategi. 

Pertama adalah bagi yang terkonfirmasi positif dan ada komorbid itu dirawat di rumah sakit. Bagi yang terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dan tanpa gejala dirawat di hotel. 

“Kenapa kita lakukan. Ini karena peneliti kita dari tim epidemiologi mengatakan puncak pandemi kita tidak akan mungkin dengan kesiapan rumah sakit yang ada. Pasti kita akan over kapasitas maka kita ambil sikap kita bagi dua itu tadi,” jelasnya. 

Ia juga menyampaikan apresiasi pada bupati dan wali kota memanfaatkan program Duta Wisata Covid-19 untuk merawat seluruh yang terkonfirmasi positif ditangani oleh Pemprov. 

“Oleh karena itu saya kira momentum hari ini kita lakukan rapat kerja, rapat koordinasi dan konsolidasi,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab.(*)



BACA JUGA

SULSEL TODAY