Panen Kacang Tanah di Bontotiro, Wabup Tomy : Variates Lokal Harus Bersaing Nasional

Redaksi

Tuesday, 18 August 2020 | 17:37 Wita


RAGAM.ID, BULUKUMBA – Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto menghadiri panen kacang tanah dan jagung yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Tukede Desa Buhung Bundang, Selasa 18 Agustus 2020.

Kelompok Tani Tukede adalah salah satu kelompok tani yang diberikan kepercayaan untuk pelaksanaan program bantuan dari pemerintah pusat melalui kegiatan pengembangan petani produsen tanaman pangan berbasis koorporasi (P3BTP).



Ruang lingkup kegiatan P3BTP ini meliputi pengadaan sarana produksi untuk penangkaran benih kacang tanah, pelaksanaan produksi dan monitoring evaluasi. Dalam melaksanakan kegiatan P3BTP, kelompok tani Tukede mengolah lahan 15 hektar untuk komoditas kacang tanah.

Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Emil Yusri mengungkapkan selain kegiatan P3BTP, ada beberapa kegiatan bantuan pertanian di Bontotiro yang berasal dari Kementerian Pertanian. Seperti pembangunan jalan usaha tani dengan padat karya di Desa Lamanda.

Ia berharap para penyuluh pertanian lebih maksimal bekerja mengawal pengembangan kacang tanah dan jagung di tingkat petani, mengingat tahun 2020 ini Bontotiro memiliki varietas kacang tanah yang sudah diakui hak patennya melalui Pemerintah Daerah.

“Kita harus bangga di tahun 2020 ini, kacang tanah Bulukumba sudah memiliki varietas lokal yang namanya BBC, sehingga tidak boleh lagi ada yang mengatakan kacang tanah yang ditanam di Bontotiro tidak ada namanya,” kata Emil Yusri.

Satu dua tahun ke depan, lanjutnya varietas kacang tanah BBC itu akan dilepas sebagai varietas unggul nasional. “Jika varietas kacang tanah BBC ini sudah dilepas secara nasional maka, harganya juga akan naik, misalnya dari harga 4 ribu menjadi 10 ribu,” pintanya.

Lebih lanjut Emil membeberkan, tahun 2020 ini, pemerintah melalui bantuan kementrian menurunkan anggaran Rp1 Miliar khusus pembangunan jalan tani. Terdapat 7 ruas yang dibangun, diantaranya Jalan tani di desa Lamanda, Kecamatan Bontotiro. Desa Benjala, Botobahari. Desa Barugae, dan desa Jojjolo Kecamatan Bulukumpa, Desa
Bontomanai, dan Tanah Harapan, Kecamatan Rilauale, dan di Kelurahan Borongrappoa, Kindang.

Sementara itu Wakil Bupati Tomy Satria, mengapresiasi capaian hasil pertanian kacang tanah di Kecamatan Bontotiro. Dia mengaku sejak dulu ketika orang berbicara tentang kacang tanah, maka kacang tanah asal Bontotiro memiliki kualitas terbaik.

Bertani itu, lanjut Tomy adalah bagian dari kebudayaan, sehingga tidak boleh ditinggalkan. Meskipun dalam proses ada keluhan namun petani kita tetap bertanam.

“Jadi lebih bagus hentikan keluhan itu. Daripada mengeluhkan sesuatu yang tetap dikerjakan maka lebih baik kerja keras dan kerja cerdas kita menghasilkan produktifitas yang lebih baik,” pintanya.

Pertanian itu, kata Tomy harus dipikirkan dari hulu sampai hilir, bukan hanya produktivitas saja, namun harus juga dipikirkan proses pasca produksi yaitu harga komoditas. Bagaimana pun banyaknya jumlah produksi kalau harga anjlok akan juga merugikan petani.

“Inilah kelebihan jika kita memiliki varietas lokal atau bibit unggul seperti BBC, karena harga produksinya bisa lebih tinggi,” sambungnya.

Selain itu yang lebih penting lagi sudah saatnya ada industri pengolahan kacang tanah, sehingga konsep petik olah jual itu betul-betul dapat diterapkan.

” Sudah saatnya kita harus memikirkan, apakah kacang tanah BBC, harganya bisa berkompetisi di pasar nasional yang berujung kesejahteraan. Dimasa mendatang, kita harus integrasikan penjualan komoditas kita degan Perusahaan Daerah (Perusda) yang mampu memberikan garansi harga bagi masyarakat, sehingga jika terjadi penurunan harga, petani kita tidak mengalami kerugian, ” Ujarnya.

Oleh : AdminKita



BACA JUGA

SULSEL TODAY