Kerusuhan Mematikan Wisconcin AS, Ini Kronologinya

Redaksi

Thursday, 27 August 2020 | 13:45 Wita

foto: CNBC-Indoensia

RAGAM.ID – Amerika Serikat (AS) kembali dilanda demo ricuh sejak Minggu lalu (23/8/2020). Demo yang berpusat di wilayah Kenosha, Wisconsin itu dipicu aksi penembakan oleh polisi kulit putih terhadap korban yang adalah seorang pria kulit hitam bernama Jacob Blake.

Dari video yang viral tentang kejadian itu, terlihat bahwa petugas kepolisian kota itu menembak Blake di punggung saat ia sedang mencoba membuka pintu mobilnya. Menurut keluarganya kepada The Guardian, Blake sekarang mengalami lumpuh dari pinggang ke bawah.

Sejak itu demo melanda wilayah tersebut dan masih berlangsung hingga Selasa malam waktu setempat. Pada demo Selasa malam, demo diisi aksi penembakan. Di mana dua orang ditembak mati dan satu orang lagi cedera. Dari video penembakan, terlihat seorang kulit putih bersenjata yang menjadi pelaku penembakan.

Berikut rincian lengkap dari kejadian tersebut:

Apa yang terjadi pada hari Minggu?



Dari video yang direkam seorang saksi yang ada di lokasi, pada saat kejadian, Blake yang berusia 29 tahun ditembak dari jarak dekat oleh polisi sebanyak tujuh kali saat mencoba masuk ke mobil melalui pintu samping pengemudi. Blake ditembak karena berusaha “membantu menangani insiden rumah tangga”, kata pengacara hak sipil Benjamin Crump.

NBC News melaporkan, polisi Kenosha telah merilis beberapa rincian selain pengakuan bahwa petugas menanggapi insiden rumah tangga pada pukul 05:11 Minggu sore itu hingga memicu penembakan. 

Raysean White, yang merekam video tersebut, mengatakan dia mendengar polisi menyuruh Blake untuk “menjatuhkan pisaunya”. Namun White yang berusia 22 tahun mengatakan dia tidak melihat Blake memegang pisau, dan tidak tahu apakah Blake membawa pisau.

Pasca kejadian, keluarga Blake mengungkapkan bahwa Blake mungkin tidak akan pernah bisa berjalan lagi akibat ditembak. Crump juga mengecam tragedi itu di Twitter, mengatakan bahwa ketiga putra Blake yang berada di dalam mobil selama penembakan mengalami trauma.

“Mereka melihat seorang polisi menembak ayah mereka,” tulis Crump di Twitter. “Mereka akan trauma selamanya. Kami tidak bisa membiarkan petugas melanggar tugas mereka untuk MELINDUNGI kami. Anak-anak kita pantas mendapatkan yang lebih baik.”

Apa yang terjadi dengan petugas polisi yang terlibat?

Departemen Kehakiman Wisconsin, yang sedang menyelidiki penembakan itu, mengatakan para petugas yang terlibat telah diminta mengambil cuti administratif. Setelah departemen menyelesaikan penyelidikannya, pejabat akan menyerahkan temuan mereka kepada jaksa penuntut, yang kemudian akan memutuskan apakah akan melanjutkan kasus itu.

“Kami akan menyelidiki dengan penuh semangat dan sepenuhnya fakta dari kasus ini … Upaya kami menegakkan keadilan tidak akan tergoyahkan,” kata Josh Kaul, jaksa agung negara bagian.

Apa yang terjadi hingga ada penembakan Selasa malam?

Milwaukee Journal Sentinel melaporkan bahwa penembakan terjadi setelah demo menuntut keadilan berubah ricuh, di mana para demonstran terlibat cekcok dengan pria bersenjata, yang mengaku sedang bertugas mengamankan sebuah pom bensin.

Dari video yang beredar di media sosial, seorang pemuda kulit putih yang memegang senapan melarikan diri dari sekelompok pengunjuk rasa setelah meluncurkan tembakan pertama. Dari video juga terlihat bahwa pria itu sempat terjatuh dan kemudian melepaskan beberapa tembakan ke arah kelompok itu. Setelahnya terlihat dua korban jatuh, di mana salah satunya tertembak di dada dan satu lagi di lengan.

Pelaku tersebut kemudian diketahui bernama Kyle Rittenhouse. Remaja 17 tahun itu ditangkap di Antioch, Illinois dan kemudian didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama.

Status darurat

Pada Selasa sore, pengunjuk rasa memenuhi jalan-jalan di Kenosha, sebuah kota berpenduduk hampir 100.000 orang yang berada sekitar satu jam perjalanan ke utara Chicago.

Demo itu dipenuhi aksi kericuhan, di mana saat demo di luar Gedung Pengadilan Kabupaten Kenosha para pengunjuk rasa melemparkan botol-botol ke kepolisian, sementara para polisi menyemprotkan cairan merica. Sejumlah pihak berwenang juga terlihat mengendarai kendaraan lapis baja melewati kerumunan untuk membubarkan orang-orang di Civic Center Park dekat gedung.

Petugas setempa yang mengenakan pengeras suara menyerukan demonstran untuk meninggalkan lokasi dan bubar karena telah melanggar jam malam.

“Kami meminta Anda untuk menuruti secara sukarela,” kata salah seorang petugas. “Tolong jangan hancurkan komunitas Anda.”

Demo serupa juga terjadi pada Selasa malam di Atlanta.

Sebelumnya pada hari itu, Gubernur Tony Evers telah mengumumkan keadaan darurat dan berencana untuk menggandakan jumlah pasukan Garda Nasional.

Eksekutif Kenosha County Jim Kreuser dan Walikota Kenosha John Antaramian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lebih dari 100 petugas penegak hukum dari bagian lain Wisconsin juga disiagakan pada Selasa malam.

Jam malam diberlakukan mulai pukul 8 malam hingga 7 pagi, dan layanan transit ditangguhkan dari pukul 4 sore sampai jam 8 pagi.

 

Sumber: CNBC Indonesia



BACA JUGA

SULSEL TODAY