Akibat Banjir Bandang di Bantaeng, Jembatan Putus dan Server Dukcapil Tak Terselamatkan

Redaksi

Saturday, 13 June 2020 | 17:37 Wita


RAGAM.ID, BANTAENG – Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus berupaya melakukan evakuasi di sejumlah titik banjir di Kabupaten Bantaeng. Hingga hari ini, tercatat sebanyak tujuh titik pengungsian yang telah dibentuk di Bantaeng.

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin mengaku telah melakukan pendataan dampak dari bencana itu. Beberapa diantaranya adalah kerusakan jembatan dan akses lingkar selatan Bantaeng di Kaili.

Selain itu, pasar Sentral Bantaeng juga mengalami dampak yang serius. Hampir semua pedagang di pasar ini mengalami kerugian. Tak hanya fasilitas umum, kantor pemerintah juga terkena dampak yakni Mall Pelayanan Publik (MPP).

“Di sini ada server milik Disdukcapil yang belum sempat diselamatkan,” kata dia.

Adapun penyebab banjir, lanjut bupati adalah karena cekdam Balangsikuyu di Bantaeng mengalami kerusakan di sisi kanan. “Ada tanggul yang jebol di sisi kanan akibat timpaan material,” jelas Ilham.



Dia menambahkan, cekdam ini mengalami kerusakan pada pukul 19.00. Akibatnya, limpahan air semakin tidak terkendali.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah yang langsung memantau wilayah Bantaeng memberikan apresiasi atas sikap sigap Pemkab Bantaeng dalam penanggulangn bencana tersebut. Dia menyebut upaya tanggap darurat ini sudah tepat. “Ini memang tidak bisa dihindari. Tetapi upaya tanggap darurat ini sudah tepat,” pungkas gubernur.



BACA JUGA

SULSEL TODAY