Ini Batasan dan Sanksi Bagi Warga yang Langgar PSBB di Makassar

Andrew Kresna

Wednesday, 22 April 2020 | 08:27 Wita

PJ Walikota Makassar Harap PSBB Tak Diperpanjang

RAGAM.ID, MAKASSAR – Dalam rangka untuk menekan penularan Coivd-19, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb telah menandatangani Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 22 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin, 21 April 2020.

Selama pemberlakukan PSBB di Kota Makassar, Perwali telah mengatur batasan tentang beberapa hal.  Salah satunya tentang pembatasan aktivitas di luar rumah yang meliputi pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya; aktivitas bekerja di tempat kerja; kegiatan keagamaan di rumah ibadah; kegiatan di tempat atau fasilitas umum; kegiatan sosial dan budaya; dan pergerakan orang dan barang menggunakan moda transport. (Pasal 2 Ayat 3)

Dalam Perwali memperbolehkan penggunaan kendaraan pribadi dan angkutan umum beroperasi dengan berbagai syarat tertentu.

Dalam Pasal 16 ayat 1, mengatur tentang batasan pengguna kendaraan pribadi yang hanya diperbolehkan beroperasi untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB. Serta melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut setelah selesai digunakan, dan tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan paling rendah 38 (tiga puluh delapan) derajat celcius.

Selain itu, khusus untuk pengguna kendaraan roda empat, menggunakan masker di dalam kendaraan; dan membatasi jumlah orang maksimal 50% (lima puluh persen) dari kapasitas kendaraan. Dan untuk pengguna sepeda motor pribadi diwajibkan untuk menggunakan masker dan sarung tangan. 



Sementara itu bagi angkutan roda dua berbasis aplikasi yang hanya diperbolehkan melakukan pengangkutan barang.

Terkait sanksi yang termuat pada Pasal 25, ialah bagi warga Makassar yang melanggar akan diberi sanksi, berupa pembubaran bagi orang berkumpul; penutupan tempat usaha; pemberhentian kendaraan dan memaksa menurunkan penumpang yang melebihi ketentuan PSBB; dan memberhentikan orang yang beraktivitas tidak menggunakan masker untuk selanjutnya dilakukan pembinaan.(*)



BACA JUGA

SULSEL TODAY