BNPB Pertanyakan Sikap KPU Perbolehkan Paslon Gelar Konser Musik

Redaksi

Wednesday, 16 September 2020 | 09:22 Wita


RAGAM.ID, JAKARTA – Deputi I Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Benardus Wisnu Widjaja‎ mempertanyakan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang masih membolehkan digelarnya konser musik di Pilkada 2020.

Menurut Benardus, hal ini perlu menjadi perhatian bagi lembaga yang dikepalai Arief Budiman ini karena Pilkada kali ini berbeda dari sebelumnya. Sebab harus disertakan protokol kesehatan karena pandemi Covid-19.

“Soal masih membolehkan konser musik dan perlombaan itu ada di Pasal 63 (PKPU Nomor 10/2020). Ini juga harus diperhatian,” ujar Benardus

Menurut Benardus, konser musik di acara kampanye pilkada serentak 2020, sangat rawan untuk menimbulkan terjadinya penularan virus Korona. Sehingga hal-hal yang sifatnya bisa menimbulkan pengumpulan massa dengan jumlah banyak sebisa mungkin untuk bisa dihindari.

“Karena ada pengumpulan massa dan arak-arakan itu perlu diantisipasi,” pungkasnya.



Diketahui, Pilkada serentak 2020 akan diselenggarakan di 270 wilayah di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari pemilihan gubernur dan wakil gubernur, pemilihan wali kota dan wakil wali kota, serta bupati dan wakil bupati.

Adapun pemilihan gubernur dan wakil gubernur berlangsung di sembilan provinsi. Yakni Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Sementara pemilihan wali kota dan wakil wali kota akan dilaksanakan di 37 kota yang tersebar di 32 provinsi. Sedangkan pemilihan bupati dan wakil bupati bakal digelar di 224 kabupaten.  


Tags:

BACA JUGA

SULSEL TODAY