Di Webinar Nasional, Bahtiar Maddatuang Persoalkan Kecilnya APBN Untuk Kementrian Koperasi

Redaksi

Tuesday, 14 July 2020 | 20:35 Wita


RAGAM.ID, MAKASSAR – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi ke 73 tahun ini, Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) PBHMI menggelar seminar (webinar) nasional, Selasa (14/07/2020).

Webinar yang dihadiri oleh para Anggota LEMI HMI se-Indonesia ini, dan turut menghadirkan Bahtiar Maddatuang (Chairman AMKOP Makassar) sebagai keynote speaker, serta Pahlevi Pangenrang (Sekjend Dekopin), dan beberapa utusan dari kementerian Koperasi Dan UKM RI.

Pada kesempatan ini, Bahtiar Maddatuang yang diberi peran untuk mengulas bagaimana tantangan Koperasi di tengah era digitalisasi dan pandemi saat ini, menekankan bahwa di era maya ini, modernisasi di sektor koperasi sangatlah diperlukan.

Modernisasi itu meliputi pengembangan SDM yang terampil, Teknologi unggul, Good Governance, dan Networking. Hanya dengan itu, agar koperasi bisa betindak kompetitif dengan entitas bisnis lainnya.

Bahtiar juga mempersoalkan anggaran yang sangat kecil dari APBN yang di alokasikan untuk Kementrian Koperasi Dan UKM RI di tahun 2020.



Diketahui, Kementrian Koperasi Dan UKM RI hanya memperoleh 972,33 Milliar rupiah. Berbeda dengan kementrian lainnya, seperti Kementrian Desa dan Daerah tertinggal yang memperoleh 3,19 Triliun rupiah dari APBN.

Bahtiar menilai, seharusnya Kementrian Koperasi Dan UKM RI memperoleh anggaran yang besar, sebab koperasi merupakan entitas yang fundamenta, jika negara ini hendak bertumpu pada konsep ekonomi kerakyatan, sebagaimana yang tertuang pada pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.(*)



SULSEL TODAY