Diduga Terserang Penyakit Jantung, Pesepeda Ini Dimakamkan dengan Protokol Covid-19.

Redaksi

Wednesday, 29 July 2020 | 09:06 Wita

Tim Puskesmas Mojopurno turun ke lokasi mengevakuasi jenazah korban dengan alat pelindung diri standar Covid-19, Senin (27/7). (Foto: regional.kompas.com)

RAGAM.ID, MADIUN – Sebuah mayat tergeletak di tengah Jalan Mojoarum, Desa Mojopurno, Kabupaten Madiun, Senin (27/7/2020). Hal ini membuat geger warga yang melintasi jalan tersebut.

Slamet Riyadi (63) meninggal diduga karena terserang penyakit jantung. Usai mengendarai sepeda.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi. Ia menjelaskan bahwa Slamet meninggal karena diduga karena serangan jantung.

“Korban memiliki riwayat kesehatan sering mengeluh sakit nyeri pada dada bagian kirinya,” kata Zahrowi, dilansir dari regional.kompas.com, Senin (27/7/2020).

Zahrowi menjelaskan, salah satu saksi sempat melihat Slamet gemetaran saat mengendarai sepedanya.



Sementara itu, Kapolsek Wungu AKP Muh Isnaini Ujianto menuturkan, awalnya seorang warga melihat korban terjatuh dari sepeda, lalu melaporkannya.

Namun, saat polisi dan petugas Puskesmas tiba di lokasi, korban sudah meninggal. Jenazah kemudian dimakamkan dengan protokol Covid-19 untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Saat di TKP, jasad korban meninggal dalam posisi tengkurap,” kata Isnaeni

Jenazah korban dibawa ke RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun, untuk diperiksa.

Setelah itu, petugas memanggil keluarga dan kepala desa untuk menyampaikan jenazah harus dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Dan mereka menerima. Makanya tadi siang sudah dimakamkan,” kata Isnaini.

Pihak keluarga menerima jenazah dimakamkan dengan protokol Covid-19. Prosesi pemakaman pun berjalan lancar.



BACA JUGA

SULSEL TODAY